Recent Updates Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Subhan Toba 11:10 am on Friday, October 20, 2017 Permalink | Reply  

    Little Flame Man 

    Akhirnya saya menggambar lagi tokoh kecil ini. Little Flame Man sebuah maskot komunitas Zippo di Indonesia yang lahir pada tahun 2011. 

    Dari polling bersama para hobiis terpilihlah maskot ini, kreasi pecinta Zippo Bandung dengan nickname Cokro. Awalnya tanpa nama, hanya disebut “Zippoid”. Sampai ketika seorang kolektor asal Amerika dengan niCk Top Hat Tom melihat logo ini dia berkomentar: “..what a nice little flame man…” Dan saya pun segera mengusulkan hal tersebut menjadi nama maskot ini. 

    Pada suatu sore setelah magrib, kepala saya  mendadak kebanjiran ide. Berbekal ipad 2 dan stylusnya mulailah saya menggambar icon-icon Little Flame Man dalam berbagai susana dan gaya, untuk dijadikan ikon forum diskusi komunitas Zippo. 

    Layer pertama sketsa, layer kedua coloring, dan layer ketiga outline. Sayangnya file asli nya terhapus di aplikasi adobe ideas ipad tersebut. Sekarang ikon-ikon tersebut masih digunakan di http://www.zigath.com. 

    Itulah seingat saya terakhir kalinya saya menggambar maskot ini. Pada 2012 sketsa salah satu ikon tersebut diangkat menjadi desain Zippo gathering pertama penggemar Zippo di Indonesia. 


    Dan sekarang tahun 2017, saya masih di komunitas Zippo dan mendapatkan lagi gairah yang sama untuk menggambar ikon Little Flame Man. Dari sketsa di buku tulis dan diselesaikan melalui Adobe Illustrator.

    Seperti sebelumnya, ide nya datang begitu saja, kali ini ketika saya sedang berdiskusi dengan ketua panitia penyeleggara Gathering penggemar Zippo Indonesia 2018 di Malang. Diskusi yang menyenangkan, lempar melempar ide mengalir dengan lancar dan tak terasa saya sudah membuat sketsa ini di buku tulis. 

    Yes, this is just one sketch, but having back the feel is awesome!

     
  • Subhan Toba 12:00 am on Saturday, October 14, 2017 Permalink | Reply  

    chrome://chrome-signin/?access_point=6&reason=0 

    Baru-baru ini gue ngalamin chrome error. Simtom nya semua tombol, input field tidak berfungsi. Dan chrome akan otomatis membuka tab dengan alamat: chrome://chrome-signin/?access_point=6&reason=0 pada address bar nya. Isinya adalah halaman login gmail. Dicoba buka tab baru tetep aja fokusnya di halaman login itu.

    Setelah searching google, ada orang yang mengalami hal serupa, dan dia bilang itu terjadi setelah dia menginstall ekstension Google Keep. User yang lain tetap kekeuh bahwa penyebabnya adalah malware. Dari situ gue baru ingat bahwa masalah ini terjadi di laptop gue setelah gue instal ekstension Google Keep di Chrome.

    Problem : Google Chrome keeps pointing to chrome://chrome-signin/?access_point=6&reason=0
    Solution: Uninstall Google Keep chrome extension (install Google Keep Chrome App instead).

     
  • Subhan Toba 2:52 pm on Sunday, September 24, 2017 Permalink | Reply  

    Tembakau Terasa Keras? 

    Pernahkah suatu saat Anda mengalami tembakau yang sebelumnya terasa lembut di tenggorokan, kemudian menjadi terasa agak kasar dan keras ketika dihisap? Dan juga ketika dipegang tembakau terasa garing dan renyah?

    Kalau dua ciri itu terjadi berarti tembakau Anda kehilangan kelembabannya. Tembakau yg kering akan terasa kasar pada tenggorokan dan juga mudah hancur ketika dipegang. 

    Ada banyak cara untuk mengatasinya dan untungnya sangat mudah untuk dilakukan sendiri. Beberapa diantaranya adalah:

    Penanganan

    1. Handuk basah

    Isi sebuah wadah -seperti toples- dengan tembakau sampai dengan setengah volumenya. Kemudian basahi selembar handuk, peras, dan tutupkan ke atas wadahnya. Biarkan semalaman. 

    2. Buah-buahan

    Potong dua buah yang banyak mengandung air. Seperti apel, pir, atau kentang (ini buah apa sayuran ya?). Lalu letakkan di atas tembakau dalam wadahnya. Letakkan dengan posisi bagian terpotong menghadap ke atas (tidak langsung menyentuh tembakau. 

    Kelebihan dari cara ini adalah, aroma dari buah yang kita gunakan bisa ikut terserap ke dalam tembakau. 

    3. Air embun

    Hamparkan tembakau pada wadah yang cenderung rata (seperti piring atau nampan. Ratakan, dan kemudian jemur langsung dibawah langit malam. Periksa setiap setengah jam sekali. Apabila dirasa sudah cukup lembab segera angkat, biar lebih yakin coba cicipi selinting dari tembakau yang dijemur. 

    Waktu penjemuran di malam hari bisa Anda pilih sesuai dengan kondisi cuaca di daerah Anda. Waktunya dimulai ketika langit sudah gelap. Preferensi saya pribadi adalah di atas jam 9 malam. 

    Setelah kita bahas penanganannya coba kita ulas penyebab dan pencegahannya. 

    Penyebab

    1. Tembakau terjemur matahari

    Matahari sebagai sumber energi dan sumber panas utama sangat cepat mengeringkan kelembaban dari tembakau kesayangan kita. Sebisa mungkin hindari ekspose tembakau terhadap matahari baik masih di dalam wadah apalagi terbuka. 

    2. Wadah penyimpanan terbuka / kurang rapat

    Ini hal yang sangat umum menyebabkan kekerimgan pada tembakau tanpa kita sadari. Sampai saat ini pilihan terbaik (yang terjangkau harganya) untuk menyimpan tembakau di kalangan penikmat adalah toples kaca yang kedap udara. 

    Umumnya disebut Mason Jar, toples kaca dengan tutup kaca dan memiliki seal karet ditutupnya, dan dikunci menggunakan mekanisme kawat. 

    Hindari menyimpan tembakau terlalu lama di dompet tembakau (tobacco pouch), yang biasa Anda bawa sehari-hari.  Dan sebaiknya dompet tembakau diberi pengaman tambahan yaitu Tobacco Pouch Humidifer, alias pelembab dompet tembakau. 

    3. Faktor cuaca dan kelembaban lingkungan

    Cuaca yang panas dan kering tidak bersahabat untuk tembakau linting kita. Hal ini tidak terjadi di semua daerah di Indonesia, tapi jika cuaca daerah Anda demikian maka segera lakukan langkah pencegahan dan penangannya. 

    Pencegahan

    1. Simpan di wadah kedap dan ruang sejuk

    Simpanlah tembakau linting Anda di wadah yang kedap udara, dan terbuat dari bahan yang tidak memberikan kontaminasi tambahan (rasa atau bau) pada tembakau linting. Bahan paling baik adaah toples kaca (seperti dibahas pada poin 2 bagian pencegahan).

    Tempat yang sejuk bukan berati ruang dingin ber-AC atau lemari es. Tapi adalah tempat yang tidak terkena matahari langsung dan memiliki kelembaban yang cukup untuk tembakau 60-70 RH (relative humidity).

    2. Gunakan pelembab wadah / kantung tembakau

    Sebagai pengaman tambahan (selain wadah) sangat disarankan untuk menggunakan humidifier (pelembab) yang sekarang mulai banyak dijual di pasaran dengan berbagai variasi. Baik yang agak besar sampai yang kecil (muat untuk dompet tembakau).

    3. Tobacco Humidor

    Ini salah satu tempat terbaik untuk menyimpan tembakau. Humidor tersedia mulai dari ukuran kotak kecil sampai seukuran lemari. Humidor adalah tempat penyimpanan yang dapat dijaga dan diatur kelembaban ruangnya. 

    Pengaturan kelembaban ini penting sebab kebUtuhan kelembaban ruang tinggal manusia berbeda dengan kelembaban yang dibutuhkan tembakau linting. Ruang tinggal manusia (beserta perabotnya) berkisar pda 20-45RH, sedangkan tembakau linting pada 60-75 RH. 

    Namun tidak semua penikmat tembakau bisa memiliki alat ini, karena harga humidor yang cukup tinggi.

    Salah kaprah
    1. Disimpan di kulkas atau isimpan di ruang ber-AC

    Ini salah kaprah yang cukup umum di kalangan penikmat tembakau (baik linting maupun rokok). Kenyataannya cara kerja AC dan lemari es justru menghisap kelembaban yang dimiliki tembakau. So just don’t do it. 

     
  • Subhan Toba 10:29 pm on Tuesday, August 22, 2017 Permalink | Reply  

    Memulai dengan Skeptis 

    Waktu membenturkan seseorang dengan banyak hal, karenanyalah saya yakin tak ada orang yang betul-betul dapat kembali ke keadaan dirinya sekian waktu yang lalu sepenuhnya. Jasmani dan rohaninya telah berevolusi atau tepatnya terbentuk oleh benturan dan perjalanannya selama ini.

    Anak balita akan memakan apapun yang dia pegang tanpa berpikir dua kali, tetapi anak SD bisa memilih apa yang bisa dimakan dan tidak, sesuatu yang belum dia kenal atau dia curigai tidak enak rasanya kemungkinan besar tidak akan dia makan. Waktu telah membentuk sikapnya atas makanan.

    Semakin besar, akan semakin banyak hal yang dipilah. Sekolah, teman, pakaian, pacar, bidang studi, profesi, pasangan hidup, kelompok sosial, rekan kerja, nama anak, pola pengasuhan anak, rumah tinggal, keyakinan, dan seterusnya dan seterusnya.

    Selalu ada fase permulaan untuk semua itu, semakin dijalani, akan semakin presisi dan tepat pemilahan yang dilakukan dengan timing stop and go yang lebih halus.

    Kesempatan tidak selamanya pintu tol, kebuntuan tidak selamanya macet.

     
  • Subhan Toba 3:10 am on Saturday, August 19, 2017 Permalink | Reply  

    Tingwe Linting Dewek 

    Kurang lebih sembilan bulan yang lalu saya beralih sepenuhnya ke rokok tingwe. Keluar dari kotak penjatahan berbasiskan hitungan batang. Masuk ke dunia rokok yang hampir sepenuhnya custom, bisa disesuaikan dengan cita rasa saya sendiri. 

    Aktifitas tingwe membongkar rokok hingga ke bagian-bagian terkecil. Semua pilihan bahan yang digunakan mempengaruhi rasa  lintingan tembakau yang dibuat. Pemilihan pembungkus rokok (kertas, daun, kulit kayu), filter, tembakau, bumbu rokok, hingga ke bentuk lintingannya itu sendiri. Semua memainkan peran penting. Bahkan sampai packaging atau wadahnya pun bisa kita pilih sesuai selera. 

    Wadah tembakau dari kulit

    Ada satu efek samping lain dari tingwe yang saya rasakan, yaitu penghematan. Sebelumnya saya menghabiskan rokok sekitar dua bungkus (32 batang) dalam sehari. Tak kurang uang 40,000 keluar per harinya hanya untuk rokok. 

    Untuk tingwe, dengan rata-rata 1gram /lintingan, maka kurang lebih 50 batang bisa dihisap dari satu bungkus tembakau linting 50gram. Bila ingin lebih hemat lagi bisa lebih dari itu, tinggal saya kecilkan bentuk lintingannya. Mau lama menikmati lintingan, dipanjangkan saja lintingannya. 

    Saat ini saya menghabiskan sekitar 50gram tembakau dalam waktu 3 hari. Itu berarti Rp 25,000 (harga tembakaunya) vs Rp 120,000 (harga rokok). Sangat jauh selisihnya, belum lagi kalau diakumulasi dalam sebulan.

    Karena prosesnya manual, melinting saya rasa cukup dapat mengerem saya dari merokok secara kereta api, beruntun. Walau kadang saya membuat stok di malam hari untuk keesokan hari (pakai alat atau linting tangan).

    Namun proses yang manual tersebut juga ada kekurangannya. Yaitu ketika kita sedang melakukan aktifitas yang membuat tangan kotor, seperti ngoprek motor misalnya, tangan yang belepotan oli tentu tidak bisa digunakan untuk melinting. Pada saat seperti itu terpaksa saya membeli rokok pabrikan.

     
  • Subhan Toba 7:00 am on Thursday, August 10, 2017 Permalink | Reply  

    Bisikan (1) 

    Setelah melalui Ramadhan tahun ini saya merasa setahap lebih kenal akan diri saya sendiri. Diri saya sebagai manusia yang katanya tempat salah dan dosa. 

    Berpegang pada keyakinan dalil yang mengatakan setan dibelenggu pada bulan Ramadhan. Saya mengajukan kembali pertanyaan; mengapa pada bulan tersebut pelaku puasa masih mungkin berbuat dosa?

    Pertanyaan itu gampang-gampang susah untuk dijawab. Kali ini saya pun memberikan usaha lebih serius untukmencari jawabannya. Saya harus mulai dari variabel yang jelas. 

    Untuk itu saya yakini betul- betul terlebih dulu dalilnya. Lantas ketika setan absen dan manusia masih berbuat dosa, maka hal itu meninggalkan tersangkanya pada diri manusia itu sendiri. Tepatnya pada penyalahgunaan (selalu soal penyalahgunaan) komponen-komponen dirinya. Komponen jasmani (pancaidnera) dan rohani (contoh; nafsu).

    Dari situ saya berniat melakukan komparasi diri saya selama Ramadhan dan di luar Ramadhan. Sekarang saya rasa sudah cukup untuk mulai menuliskan hasilnya. 

    Selama Ramadhan saya memperhatikan diri saya dalam beberapa situasi tertentu, ketika saya marah, birahi, lapar dan haus. Kondisi dasar lapar dan haus menjadi framework yang tepat untuk menyaksikan kiprah hawa nafsu dan bagaimana saya memperlakukan tuntutannya. 

    Semua terasa sangat raw, mentah, sangat mendasar. Terasa to the point tapi mudah untuk dihindari (ketika kita sadari kehadirannya). Dan ketika kebaikan yang ingin dilakukan, mudah saja untuk dilaksanakan. 

    Setelah usai Ramadhan, suasana berangsur berubah. Dorongan-dorongan negatif terasa samar, tidak sebesar pada bulan Ramadhan. Perbedaannya, ketika dorongan dosa itu muncul lebih sulit dihindari. Selalu ada second opinion dan alibi-alibi dikepala yang membuat saya menggampangkan dosa. Bahkan saya temukan second opinion ini juga masuk dalam pertimbangan perbuatan baik. 

    Seperti ketika akan memberi kepada seseorang timbul ungkapan: “tapi dia kan begini-begitu” Atau ketika akan menunaikan shalat, hadir dorongan untuk melihat handphone sebentar, sebentaaar saja, paling ngga ada yang penting juga daritadi handphone anteng ga ada yang hubungin. Pilihannya adalah : wudhu kemudian shalat, selesai, atau duduk buka handphone, entah kapan selesai.

    Pilihan dalam pikiran itu sangat sangat jelas terlihat. Pada bulan Ramadhan kemarin saya akan dengan cepat memilih wudhu dan shalat, tapi sekarang sangat berbeda pilihan yang saya ambil. Dan disinilah saya menyadari perbedaannya, ada second opinion yang timbul dan terus tumbuh dari satu alasan ke alasan lainnya di kepala. Yang akhirnya secara halus mendekatkan saya kepada perbuatan salah. 

    Antara dorongan mentah saya sendiri (naluriah manusiawi), dan dorongan yang ditemani pembisik, sangat jauh perbedaannya. Yang pertama seperti menundukkan banteng liar secara head-to-head, yang satu lagi seperti menundukkan ular yang dipegang buntut tapi kepalanya mematuk.

    Dan surah An-Naas menjelaskan lebih jauh akan pembisik dan bisikannya. Surah ini tentang permohonan perlindungan kepada Tuhannya manusia dari kejahatan was-was yang dibisikkan setan dalam segala bentuknya. 

    Satu bisikan yang dituruti, menuntun pda bisikan lainnya, dan seterusnya, dan seterusnya.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel