Updates from March, 2006 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Subhan Toba 6:00 pm on Friday, March 31, 2006 Permalink | Reply  

    progress bar 

    Shoutboxnya gue edit dikit, jadi ada progress bar-nya, buat memperjelas status bahwa shout lagi di tambah.

     
  • Rumi 6:06 pm on Wednesday, March 29, 2006 Permalink | Reply  

    Hening 

    Hening ini mempunyai sejuta makna
    yang berdiam di dalamnya
    bisu tampaknya
    tapi dia sebenarnya ribuan kata

    Segala kemagisan ini
    mengejewantah dalam hening

    Kata apa?
    hening
    suara apa?
    Bisu
    Dengar apa?
    Sunyi
    Merasakan apa?
    …..

    Mawar merah mekar dalam hening
    gincu merah bibirmu, mengecupku dalam sunyi
    tak perlu berkata
    karena hening itu bermakna
    Cinta.

     
    • putri 6:06 pm on Wednesday, March 29, 2006 Permalink | Reply

      hening.. aku suka Hening.. aku merindukan Hening..!! :)

  • beep 9:14 am on Tuesday, March 28, 2006 Permalink | Reply  

    penantian 

    1…2…3…4…5
    UH..
    6…7…8…9…10…
    lelah…
    terlalu lama ku menunggu
    1…2…3…
    kucoba menghitung kembali
    namun…tetap tak ada
    4…5…6…
    (plung…???)
    aaaaahhh…
    akhirnya….
    ia keluar
    penantianku tidak sia-sia
    perutku merasa lega….

     
    • Toba 9:14 am on Tuesday, March 28, 2006 Permalink | Reply

      Duh… *geleng-geleng kepala

  • Subhan Toba 11:15 pm on Sunday, March 26, 2006 Permalink | Reply  

    Minggu yang memusingkan… 

    Minggu ini adalah minggu yang memusingkan, baik untuk segi akademis, keuangan, lalu-lintas, pertemanan, kesehatan, dan bisnis. Kuliah berantakan, ibadah gak keruan, keuangan ‘lost track’ selama seminggu dan dompet bener-bener kempes, sempet kena tilang di jalan, sempet sakit beberapa hari, sikap beberapa teman yang bikin gondok, dan gue mengalami rapat bisnis yang menyebalkan dan memuakkan (bagi gue pribadi). Feel so lonely.

    :(

     
    • reekoheek 11:15 pm on Sunday, March 26, 2006 Permalink | Reply

      ada apa dengan rapat bisnis yang menyebalkan…? sebelum dan sesudahnya mohon maaf yang teramat besar yach ;P

    • aves 11:15 pm on Sunday, March 26, 2006 Permalink | Reply

      gua juga minta maap ya kalo gua melakukan kebodohan lagi :(

    • re 11:15 pm on Sunday, March 26, 2006 Permalink | Reply

      pusing luh ban???

    • vamms 11:15 pm on Sunday, March 26, 2006 Permalink | Reply

      seenggaknya gw berharap ini bukan refleksi dari kehidupan loe selamanya ba…tapi klopun iya wajar kok,hehehe

    • vamms 11:15 pm on Sunday, March 26, 2006 Permalink | Reply

      seenggaknya gw berharap ini bukan refleksi dari kehidupan loe selamanya ba…tapi klopun iya wajar kok,hehehe

    • fahdi 11:15 pm on Sunday, March 26, 2006 Permalink | Reply

      test

    • reeko 11:15 pm on Sunday, March 26, 2006 Permalink | Reply

      test juga ah

    • Nyenius 11:15 pm on Sunday, March 26, 2006 Permalink | Reply

      All fire has already down to earth, water splashed… Smile raising as lovely grasses on the ground… every pain are potion to even bigger power… thx for all your smiles, forgiveness, support and love… show must go on :).

      reekoheek: it’s ok now, sama2, minta maap juga.

      aves: it’s ok now, sama2, minta maap juga.

      Re: Iya,it’s ok now, thx.

      Vamms: ati2 di jalan, jagain tuh jenggot.

      Fahdi: gue juga nge-test…

      reeko: gue juga nge-test lagi ahh…

    • mrbaihaqie 11:15 pm on Sunday, March 26, 2006 Permalink | Reply

      test aja sich

  • Subhan Toba 11:13 pm on Sunday, March 26, 2006 Permalink | Reply  

    Lupa Diri 

    Biarkanlah manusia-manusia ‘idealis’ bernafas dengan ‘idealisme’nya. Walau anda tahu itu (hampir pasti) akan gagal, biarkan saja, siapa tahu dia memang ditakdirkan mengubah ‘sejarah’ kegagalan itu. Tak ada yang tahu pasti tentang masa depan, perhitungan tak seratus persen akan tepat -waktu, dunia beserta hukum-hukumnya akan ikut menentukan hasilnya. Susah ‘melawan’ mereka, merepotkan dan mengesalkan, karena tak jarang, karena saking yakinnya dengan pikirannya itu, mereka cenderung meremehkan hal-hal lain, seolah semuanya tak ada yang terlewat dari perhitungannya. Tapi terkadang sulit untuk membiarkan begitu saja, mengiyakan begitu saja, apalagi jika hal itu menyangkut nasib Anda sendiri ke depannya. Entahlah (???)

    Penyakit orang idealis biasanya adalah rasa superior, karena dia merasa memiliki ‘konsep’, yang orang lain tidak memilikinya (atau bahkan tidak terpikir). Rasa superior akan semakin membesar seperti bola salju yang bergulir, apabila yang bersangkutan tidak awas terhadap rasa superioritas yang dikandungnya ini. Semakin besar rasa itu, semakin besar juga dampak negatif bagi dirinya sendiri, dan juga orang lain. Rasa superior yang akut akan membesarkan kepala, meremehkan orang/hal lain, dan parahnya bisa menghambat kemajuan dirinya sendiri. Hal lainnya lagi adalah tidak mau kalah, mungkin karena merasa pertimbangannya telah/lebih matang.

    Jadi keinget dosa-dosa gue sendiri pada beberapa momen tertentu. Salah satunya (masih seger di kepala), beberapa tahun ke belakang, waktu rapat organisasi alumni SMA, waktu itu gue mempunyai usulan yang ternyata usulan itu mendapat sambutan hangat dari peserta rapat, semangat gue naek dan dengan jumawa terus memaparkan ide-ide. Dari hanya beberapa ide sampai kemudian berkembang, dan orang-orang semakin semangat mendengarkan. Setelah itu ada alumni senior yang menyampaikan sedikit pertanyaan atas ide gue ditambah pandangannya sendiri, emang dasar gue nya udah terlalu ‘up’ sambil cengar-cengir cengengesan gue lontarin balik jawaban ke dia yang disambut senyum dukungan dari peserta rapat lagi, parahnya dengan sikap yang seolah-olah mengatakan‘ah gampang ituuu’. Dia yang mengajukan saran/usulnya dengan serius, melihat gue yang seolah nggak serius nanggepinnya kontan saat itu juga menampakan wajah tersinggung, tidak banyak omong lagi setuju aja tapi dengan wajah ‘Ya udah, gue kerjain aja tugas gue, kalo ada masalah ga tau deh’. Padahal usul gue juga sebenernya masih gak jelas bener apa nggak.

    Gue minta maaf sama orang-orang yang pernah merasa ‘terintimidasi’ oleh sikap arogan gue, baik dalam kehidupan sehari-hari, organisasi, atau apapun. Gue minta maaf karena udah ga ngehargain mereka (pribadi maupun pikirannya). Dan kalau kebetulan lo (yang baca) termasuk salah satu dari orang-orang itu, gue minta maaf dan semoga perlakuan buruk gue itu dibales dengan kebaikan buat hidup mereka kemudahan atas urusan-urusan mereka.

     
    • reekoheek 11:13 pm on Sunday, March 26, 2006 Permalink | Reply

      reeko cuma bisa tersenyum dan cengengesan (like usual) saat baca blog ini.

  • Subhan Toba 8:50 pm on Monday, March 20, 2006 Permalink | Reply  

    17 Maret 2005 

    Kata-kata hilang dalam garis-garis detail dan keringat-keringat yang seharusnya dari dulu kulahirkan. Segarnya semangat melipat kebodohan baru benar-benar terasa saat ini.

    Menata pikiran tidak semudah menata bunga. Menata pikiran yang sudah terserak kemana-mana, dengan struktur tak menentu (atas-jadi-bawah, bawah jadi samping), tidak semudah menata kamar yang berantakan. Dalam garis-garis, dalam hitungan matematika sederhana, dalam coding amatiran, aku coba luruskan semuanya, merestrukturisasi lagi apa yang selalu meloncat-loncat (ya isi kepala ini).

    Seperti kopi yang tak selamanya nikmat bila tanpa gula, seperti malam yang (bakal) kehilangan identitasnya bila tak ada siang. Seni yang bebas lepas pun harus bertemu logisnya matematik.

    Garis-garis harus kawin dengan angka-angka, agar bentuk-bentuk dalam dunia ini dapat hadir dengan benar.

     
    • reeko 8:50 pm on Monday, March 20, 2006 Permalink | Reply

      cool… inspirasi datang tak terduga bahkan tanpa kehadirannya itu adalah inspirasi yang baru…

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel