Updates from September, 2007 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Subhan Toba 6:30 pm on Friday, September 28, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Pertama Kali Punya Kura-kura Brasil (RES Newbies) 

    Ini mungkin sedikit sharing pengalaman tentang pengalaman umum yang dialami ketika pertama kali punya kura-kura (terutama Red Eared Slider/kura-kura Brasil).

    1.) Kura-kura akan tampak ketakutan. Ini hal wajar yang rata-rata dialami oleh binatang peliharaan ketika mereka pindah tempat. Efeknya adalah, kura-kura / RES tidak mau keluar dari persembunyiannya dan hanya keluar bila tidak ada orang. Biasakanlah Anda memperlihatkan diri didepannya, baik itu waktu memberi makan ataupun sekedar memperhatikan dia berenang-renang. Jangan biasakan membuat gerakan yang mengagetkan RES Anda, itu akan menciptakan trauma tersendiri, intinya berbaik-baiklah pada RES anda, berikan kesan pertama yang baik.

    2.) Kura-kura Anda tidak mau makan. Keadaan ini biasanya berlangsung selama 2-3 hari. Hal ini disebabkan karena perpindahan tempat hidup dan juga dia belum mengenali makanan yang Anda berikan sebagai makanan. Jangan hawatir, dan jangan paksakan dia untuk makan, kura-kura punya daya tahan yang hebat. Kecuali dalam jangka seminggu atau lebih dia belum juga mau makan, ada kemungkinan kura-kura Anda sakit.

    3.) Kura-kura Anda kan berusaha untuk kabur. Ya, apalagi bila yang Anda beli masih kecil, dia akan berusaha mati-matian untuk kabur dari ‘kolam’ yang telah Anda sediakan buat dia.

    Semakin lama, Anda dan kura-kura Anda akan semakin akrab. Saya pribadi, kalo lagi kesepian, saya lepasin RES saya yang bernama Obeh, Oman, Gopal, di kamar saya, saya biarin mereka lalu-lalang, tak jarang saya jadi bangun pagi karena muka saya dilangkahi dengan semena-mena oleh salah satu dari mereka.  :laughing:

    Setiap saya nongol di atas akuarium mereka akan segera menghampiri ke permukaan untuk minta makan, kalo udah begini bawaanya gak tega, saya suapin deh mereka pake anak ikan mas :D (nyamm!!!)

    Setingan kolam/akuarium secara umum:
    BASIC REQUIREMENT:
    – Kolam / akuarium (biaya antara Rp. 50.000 – 100.000)
    – Filter akuarium (gunakan jenis filter atas, ini karena RES termasuk mahluk yang jorok) (harga antara Rp 45.000 – 70.000)
    – Lampu spotlight 50 watt (Rp. 20.000 – 30.000)
    – Lampu UV + dudukannya (Rp30.000 – 50.000)
    – Colokan Timer (harga lumayan mahal. ini OPTIONAL kok)
    – Batu / ubin / kayu, untuk tempat berjemur RES (sesuai kreasi Anda)
    – Hiasan lainnya. (bisa keluar uang atau tidak sama sekali)

    > Usahakan air terus berputar (sirkulasi), karena RES termasuk binatang yang cepat buang air besar dan juga mengeluarkan urine, kasarnya, dia binatang yang jorok. Dan filtrasi harus bagus.

    > Tinggi air akuarium minimal dua kali panjang tubuh RES Anda.

    > Berikan arus air yang cukup memadai. RES adalah perenang yang baik, akan lebih baik lagi kalau ia dilatih di air yang berarus.

    > Jangan sembarangan menyatukan RES dengan mahluk akuarium lainnya (atau kura-kura jenis lain). Karena hal ini hanya akan menyebabkan kematian bagi mereka (mas koki saya 5 ekor tewas semua, bahkan sapu-sapu juga dihajar!).

    > Jangan sembarangan menyatukan RES yang berbeda ukuran, karena mereka mahluk yang ‘rada’ teritorial. Jadi yang berukuran lebih gede gak akan segen-segen buat ‘menyikat’ yang lebih kecil. Tapi kalo Anda tau strategi nyampurinnya, silahkan aja (toh punya saya sekarang akrab, malah yang kecil sering ‘digendong’ kemana-mana sama yang gede).

    > Nyalakan lampu spot dan UV di siang hari-sore hari. Akan lebih efektif lagi jika anda menyediakan timer bagi lampu ini. RES itu mahluk yang gila berjemur, dan jangan lupa vitamin D3 yang diperoleh dari sinar UV akan menghindari dia dari penyakit radang tulang dan memperbaiki pertumbuhan tempurungnya/menyembuhkan luka. Tapi terlalu lama pun gak bagus.

    > Selingi makanannya. Jangan cuma kasih makan RES Anda dengan pelet dan pelet terus, selingi dengan makanan hidup (anak lele/ikan mas), dan juga sayuran dan kalau perlu vitamin. Jangan turutin nafsu makan mereka, karena mereka bakal keliatan gak ada kenyangnya, dan mereka pun tidak tahu kapan mereka kenyang, kalo kelebihan bisa-bisa mati nanti.

     
    • tono 6:30 pm on Friday, September 28, 2007 Permalink | Reply

      Beli lampu UV dan dudukannya dimana??? terutama daerah jakarta dan tangerang. maksih..

    • toba 6:30 pm on Friday, September 28, 2007 Permalink | Reply

      di toko akuarium. kalo gak ada, di toko listrik biasa juga banyak

    • nana 10:27 pm on Sunday, May 16, 2010 Permalink | Reply

      gw terbilang pemula piara KKB,gw beli 6ekor(diameter 3cm),seminggu kemudian 1ekor mati karena bengkak mata n bisul dibagian kepala n leher.
      tiap hari gw jemur dr jam8-1siang,tp ga langsung dibawah terik matahari,takutx malah lemas..gw bersihin akuarium 2xsehari,brhubung gw belum beli filter.
      skg gw belikan heater 50watt,n lampu fluorence warna biru 50watt. makanannya gw seling antara pelet,anak ikan n wortel.
      seekornya lg mulai memperlihatkan tanda-tanda sakit,mulutnya sering terbuka,sering diatas batu drpd diair,tp dia msh lahap makan.
      gw mau nanya nih,lampu n heaternya sdh cocok ga?
      trus bedax lampu fluorence,lampu spot n lampu UV apa, n belinya dimana?
      multivitamin buat KKB ada ga?tlg klw bisa dgn merknya..
      salep antibiotik untuk bengkak mata apakah harus lewat dokter atau dijual bebas?tolong dgn merknya..
      aduh,gw kebanyakan tanya yah,maaf ya..maklum gw masih awam tentang KKB.mohon bantuannya..

    • nyenius 10:53 pm on Sunday, May 16, 2010 Permalink | Reply

      Bro, terus terang saya udah lupa-lupa ingat untuk piara RES ini. Punya saya sekarang sudah ditaroh di kolam (yang airnya sudah hijau), dan sudah bertelur dua kali, tapi gagal.

      Untuk lampu, sepertinya ok. Mungkin waktu saya posting, saya salah sebut lampu fluorescence biru dengan ultraviolet, karena aslinya UV ada 3 macam (UV a, UV b, dan lupa satu lagi) dan rata-rata tidak baik buat mata kita. Gue waktu itu pake lampu fluor biru dan satu lampu spot, biar ada panasnya.

      Untuk heater kalau memang suhu air dirasa kurang hangat mungkin perlu, tapi lagi-lagi saya dah lupa bagusnya pada suhu berapa mereka hidup. Kalo ternyata gak perlu, mending gak usah dipake.

      Kura-kura RES gue pernah ngalamin mata menggembung, dan memang salah penanganan malah bisa mati. Saran gue karantina kura-kura yang sakit itu, pisahkan dari yang lain, dan jangan biarkan masuk ke air dulu.

      Segera beli filter, filter mekanik untuk kotoran, dan saya sarankan beli filter ultraviolet, untuk mencegah benih penyakit berkembang biak di air, mengingat akuarium RES akan SANGAT CEPAT kotor dan berbau. Filter UV ini dapat mensterilkan air dari segala macam bakteri.

      Kalo bener-bener sayang, coba bawa aja ke dokter hewan, saya rasa sekarang mulai banyak.

      Untuk memelihara RES dengan sukses, coba baca-baca informasi dari situs-situs hobiis RES. Dan referensi terlengkap biasanya ada di situs hobiis bule. Coba masuk ke google, kata kuncinya “red eared slider”, ato “red eared slider diseases”.

      Semoga membantu :)

  • Subhan Toba 5:57 pm on Friday, September 28, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Data Umum Kura-kura Brasil (RES) 

    Gambar diambil dari The Turtle: An Owner’s Guide to a Happy Healthy Pet written by Lenny Flank, Jr. (New York: Howell Book House, 1997)

    Nama panggilan : Red-Eared Slider
    Nama panggilan Indonesia : Kura-kura Brasil
    Nama keren : Trachemys Scripta Elegans
    Kawasan : Amerika Selatan
    Habitat : Air tawar — kolam, sungai, sungai kecil,
    Rata-rata temperature yang diperlukan : 75F / 23.9 c
    Makanan : Omnivora, lebih suka daging waktu kecil, dan sayur diwaktu dewasa.
    Ukuran Dewasa : 11″ / 27.9 cm (ukuran tempurungnya)
    Sexing : Pejantan memiliki kuku depan yang panjang, buntut yang pendek, dan plastron (tempurung) yang lebih cekung.

    (Informasi ini didapat dari halaman Peng’s Pet Red-Eared Slider.)

    ==============================================

    Red Eared Sliders (RES) adalah bagian dari keluarga besar kura-kura yang disebut Emydidae. Mereka adalah subspesies dari bermacam-macam Trachemys Scripta. Spesies Trachemys scripta saat ini beranggotakan 14 subspesies yang berada di daerah Amerika Serikat, dari Mexico dan Amerika Tengah dan dari selatan ke Brazil.

    Nama ilmiah RES yang disepakati adalah Trachemys scripta elegans. Dulu, RES terdaftar di bawah keluarga Chrysemys atau Pseudemys.

    Ukuran : Pejantan dewasa normalnya berukuran 5-8 inchi, sedangkan betinanya sekitar 10-12 inchi.

    Kelamin : Pejantan memiliki tubuh yang lebih kecil dari betina. Pejantan dewasa menumbuhkan kuku depan lebih panjang daripada betina. Pejantan dewasa juga memiliki buntut yang lebih panjang. Pada pejantan, lubang pengeluaran berada lebih jauh dari tubuhnya daripada milik betina. Buntut pejantan lebih tipis di pangkalnya dibanding betina. Terkadang sulit untuk menentukan jenis kelamin dari bayi RES.

    Pertumbuhan : Kematangan seksual pejantan dapat dilihat dari ukurannya, ketika ukurannya mencapai sekitar 3-4 inchi. Tergantung dengan perawatannya, ukuran ini bisa tercapai dalam 2-4 tahun. Untuk betina, umur lebih menentukan kematangan seksualnya ketimbang ukuran. Di alam liar, betina akan mencapai kematangan seksualnya antara 5 dan 7 tahun. Betina dewasa biasanya memiliki ukuran tempurung sekitar 5 1/2 inchi atau lebih. Di penangkaran, bila mereka dipelihara dengan perawatan yang tepat tanpa hibernasi, kematangan seksual dapat diraih setelah 2 1/2 tahun (jantan) 3 1/2 tahun (betina). Pertumbuhannya akan bisa lebih cepat lagi, apabila bayi dan ‘balita’ RES di beri makanan berprotein tinggi (20 – 50%). Apabila kematangan seksual telah tercapai, persentase protein harus dikurangi hingga hanya 25% saja.

    Umur : Jika dipelihara dalam kondisi yang sesuai, RES mampu hidup antara 20 – 30 tahun atau lebih.

    Perubahan Warna : Di berbagai populasi RES, terdapat kecenderungan perubahan warna seiring dengan menuanya RES. Ini biasanya terjadi pada pejantan, yang mana perubahan-perubahan pigmentasi tampak berhubungan dengan produksi hormon pejantan, testosteron, dan demikian juga cenderung berhubungan dengan pertumbuhan cakar depan. Seiring dengan menuanya RES, baik tempurung maupun bagian tubuh lainnya akan berubah menjadi hitam (gelap).

    Modifikasi warna : Karena beberapa juta RES diproduksi per tahun untuk dijual keluar Amerika, dan karena para hobiis tertarik untuk menghasilkan warna-warna yang lebih menarik lagi, beberapa perubahan warna sekarang telah tersedia. Warna-warna semacam pastel, albino, kuning, dan lain-lain dapat dihasilkan.

     
    • me 5:57 pm on Friday, September 28, 2007 Permalink | Reply

      bisa kasi gbr kura2 jantan ma betina gaa…??
      giman bedainnya see???(wktu mash kecil)

    • 703 5:57 pm on Friday, September 28, 2007 Permalink | Reply

      makasih infonya…. gw baru coba piara kura” brazil…. manis banget padahal gw takut ma reptil…. tp pas liat dia I LOVE kura-kura Brazil… :-*

    • teguh 5:57 pm on Friday, September 28, 2007 Permalink | Reply

      ada yg tau cara modifikasi warna kura” Brazil ga???gimana caranya?
      truz kira” knapa ya kura” Brazil bs buta?n cara pananganannya gmn?

    • andri 5:57 pm on Friday, September 28, 2007 Permalink | Reply

      gue punya 5 kura2 brazil..lucu2..apalagi klo pas dia lagi meregang kakinya..kaya patung..hehe
      kandangnya gue kasih di aquarium..pake filter biar airnya jernih terus..gue seneng banget klo liat mereka lg renang

  • Subhan Toba 5:43 pm on Friday, September 28, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Cara Memilih Kura-kura Brasil (RES) 

    Pepatah lama bilang: teliti sebelum membeli, biar gak rugi nanti. Nah RES yang dijual dipasaran belum tentu semuanya bagus atau sehat. Berikut adalah tips-tips yang sebaiknya kita lakukan pada saat membeli RES.

    1.) Perhatikan kumpulan kura-kura yang akan Anda beli. Pastikan airnya bersih. Kura-kura harusnya terlihat aktif dan waspada. Pilih salah satu yang aktif yang menarik perhatian Anda.

    2.) Ambillah. Kura-kura tersebut harusnya terasa memiliki berat yang memadai. Jika kura-kura tersebut aktif selama berada di tangan Anda, gerakan-gerakan kakinya dapat memberi gambaran akan tenaganya. Jika kaki belakangnya ditarik perlahan, Kura-kura tersebut harusnya memliki respon yang baik (menarik kakinya kembali). Kura-kura yang sakit biasanya terlihat dari berat yang kelewat ringan, dan mereka memiliki daya respon yang lemah.

    3.) Perhatikan baik-baik bagian kepalanya. Matanya harus terlihat terbuka lebar dan cerah. Hindari binatang dengan mata cekung, tertutup, atau berair. Perhatikan bagian pipinya, mereka harusnya terlihat sedikit menonjol dengan ukuran yang sama, ketika kepalanya dilihat dari atas. Hindari binatang yang salah satu pipinya cekung ke dalam atau lebih besar ketika di bandingkan.

    4.) Perhatikan bagian kaki-kakinya, pastikan tidak ada luka ataupun pembengkakan yang aneh. Periksa juga bagian ekor, apakah ada luka atau pembengkakan aneh juga.

    5.) Sekarang perhatikan tempurungnya. Periksa apakah ada luka atau tanda-tanda infeksi baik di bagian karapas (tempurung) ataupun bagian bawah tubuhnya. Bentuk infeksi tersebut akan tampak seperti potongan kecil berwarna gelap/terang yang tidak biasa pada tempurung atau bagian bawahnya. Sementara memegang kura-kura itu ditangan, tekan tempurungnya perlahan-lahan. Jika terasa lembut dan lentur, jangan pilih kura-kura tersebut. Tempurung yang lembek atau lentur adalah tanda-tanda dari penyakit tulang  (metabolic bone disease). Cara lain untuk mengetahui radang tulang adalah dengan menekan secara perlahan bagian pinggiran tempurung yang tipis (sisi belakang tempurung). Kura-kura yang mengalami radang tulang akan memiliki sisi-sisi tempurung yang lentur. Jika gejala radang tulang itu tidak begitu parah, seekor kura-kura dapat dirawat dengan cara memberikan makanan yang banyak mengandum kalsium dan tambahan vitamin D3.

    Bila semua ‘tes’ tersebut telah dilaksanakan dan hasilnya baik, maka, belilah kura-kura tersebut. B)

     
  • Subhan Toba 2:30 am on Thursday, September 27, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Perkembangan Komik Luar di Indo Belakangan Ini 

    Ada hal yang cukup menyenangkan belakangan ini kalau berkunjung ke kedai komik ataupun toko-toko buku besar. Apa sebab? Adalah semakin tingginya frekuensi kemunculan judul-judul komik baru dengan tema yang makin beragam. Nggak Cuma masalah cinta, perang, berantem, ataupun monster-monster aneh yang harus dibasmi atau dikoleksi. Tapi juga tema seputar politik, olahraga, kedokteran, musik, masak, bahkan tentang petugas pemadam kebakaran dan masih beberapa tema-tema unik lainnya.

    Hal ini kalo di luar negeri, ya katakanlah di Jepang sudah bukan hal baru lagi. Karena dengan banyaknya saingan pembuat komik tentu akan memaksa para pembuat komik untuk menyuguhkan racikan-racikan komik  yang baru segar dan fresh. Bukan hanya dari segi teknik grafis, tapi juga tentu dari tema. Mau bukti? Coba aja tengok ke http://www.anip.homeunix.com/manga disitu kita bisa liat betuapa buanyaknya judul dan tema komik yang sudah beredar di negeri seberang (dan kita juga bisa download hihihihi). Dan gue pribadi bersukur tema-tema ‘langka’ itu mulai ramai bermunculan di dunia perkomikan tanah air kita. Pada akhirnya komik bener-bener bukan Cuma buat anak kecil atau abegeh aja. Hal ini tidak dipungkiri juga didorong oleh munculnya penerbit-penerbit komik baru, sehingga nuansa komik tidak di ‘monopoli’ oleh satu penerbit mapan saja yang mana sensornya ketat, jadi agak mengurangi nilai asli komik itu :p. Selain mengurangi ‘nilai asli’ komik itu, karena kebijakan sensor yang ketat, tentunya akan mempengaruhi proses pemilihan tema komik yang diterbitkan. Bahkan ada penerbit yang khusus menerbitkan tema-tema yang berbau mesum, ada juga yang menghususkan diri menerbitkan komik untuk dewasa dengan jalan cerita yang lebih kompleks. Entah apakah ini termasuk dampak dari kebebasan pers atau apa. Sejauh pemantauan gue pribadi, fenomena ini terjadi sejak jaman reformasi. Ya semacam efek dari sebuah ‘pembebasan’ dari kekangan. Lo semua juga tentu pada merhatiin bahwa begitu reformasi dinyatakan mulai bermunculan majalah atau tabloid-tabloid yang memuat foto-foto seksi wanita. Saat itu pula komik yang bertema mesum berani muncul terang-terangan. Itu efek buruknya (buruk gak ya?? ), nah efek lainnya ya muncul tema-tema komik yang beragam, yang dewasa (tapi bukan fokus pada tema mesum) pun ikut muncul.

    Keragaman tema ini mengobati kekosongan minat yang terjadi selama ini. Karena gak semua orang selera mbaca jagoan dengan kostum aneh plus pedang yang lebih gede dari badannya ngalahin monster yang keliatan sangar padahal sekali sabet K.O. Contoh, sekarang mulai ada komik politik, sebut saja judul Kunimitsu yang bercerita tentang perjuangan seorang remaja desa yang jadi sekretaris politikus, dan bercita-cita menjadi politikus hebat yang mampu merubah negara, kemudian ada juga judul Ministry of Finance, atau juga yang berbau-bau diplomasi Yu Go; the negotiator. Ada juga tema kedokteran seperti God Hand Teru yang menceritakan perjuangan seorang dokter bedah muda yang berjuang mencapai ahli bedah legendaris bergelar ‘God Hand’ seperti ayahnya, ada juga The Nurse (yang ini gue belum baca), ada juga Homunculus yang menceritakan tentang efek samping teknik bedah Trepanasi (membuat lubang di tempurung kepala) terhadap seorang pria bernama Susumu. Dari tema musik, mulai terbit komik Beck yang bercerita tentang kehidupan membosankan seorang anak smp yang berubah setelah ia bertemu dengan musik yang menggugah jiwanya. Daaaaan masih banyak lagi tema lainnya yang masing-masing hadir untuk pangsa pasarnya sendiri. Sebulan sekali ke toko atau kedai buku selain beli nomor baru juga beli judul komik yang baru terbit. Aaaah menyenangkan sekali smilie

    PS: terbetik juga dipikiran; ‘gimana nasib komik indonesia’, duh gak tau deh, gue berposisi sebagai konsumen disini, dan belum ada komik indonesia yang menarik minat gue…. jadi nungguin someday sajalah

     
  • ndree 2:42 pm on Sunday, September 16, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Kereta Takdir 

    Terlampau cepat kau melaju..
    Hingga jiwaku terurai oleh kencangnya angin berhembus.
    Buyar sudah harapan dan mimpi
    Semua sahabat dan orang terkasih menghilang sekelebatan mata

    Aku tetap terbawa dan tak dapat berhenti
    Tak ada lagi pikiran statis untuk merenung
    Tak dapat lagi kusesali serpihan-serpihan yang telah menghilang

    Hanya berharap kereta ini berhenti
    Entah di kaki langit atau di dasar bumi
    Selamat tinggal temanku yang terkasih

     
  • Subhan Toba 2:36 am on Friday, September 7, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Komentar sudah bisa 

    Aaaah akhirnya, KOMENTAR DI HALAMAN LIHAT PUISI sudah bisa berjalan lagi… hehehe…. :D

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel