Updates from October, 2007 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Rumi 2:18 am on Monday, October 15, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Fleur 

    Mawar yang mekar dihadapanku
    layu mati karena ku
    tak rawat tak siram dengan ketidakpedulianku
    terhadap segala sesuatu yang harusnya ku siram dan ku pupuk
    dengan curahan air dan hara yang seharusnya kupunya
    tapi tak kupunyai
    karena memang aku ini
    kering

    Kenapa kau mintakan dariku sikat mawar
    padahal kau tahu aku ini gersang
    tak ada hujan tak ada awan
    yang bergulung dalam diriku hanyalah pasir

    Kenapa kau mintakan dariku segelas air
    padahal jelas bagimu aku ini kering
    apakah ini sebuah ejekan darimu
    dengan tawa yang melambai dari ujung jubahmu

    dengan apa adanya
    hari ini aku kirimkan padamu bunha gurun
    memang tak indah dia
    tapi tumbuih di atas media yang langka
    sebuah cinta asli bukan ilusi.

     
  • Subhan Toba 1:19 am on Thursday, October 11, 2007 Permalink | Reply
    Tags: , review rokok   

    Rizona Havana Extra Fine 

    Dalam beberapa hari ini, gue sedang menunggu kiriman beberapa kotak cerutu Havana Extra Fine dan beberapa sampel cerutu lainnya. Duh tak sabar menanti… :D

    Sedikit cerita tentang pertemuan pertama gue dengan cerutu adalah semasa gue SMA dulu. Saat itu gue akan menampilkan sebuah pertunjukan monolog teater berjudul: Bahaya Racun Tembakau. Dalam pengolahan isi naskahnya diputuskan ada adegan gue merokok cerutu. Kenapa cerutu? Karena kebutuhan panggung, kalau rokok biasa terlalu kecil, dan efek ‘pembesaran’ di panggung jadi kurang terasa. Kedua, karena cerutu semuanya full dari tembakau, mulai dari isi sampe bungkus lintinganya, jadi sebagai simbol bahaya tembakau nya lebih terasa. Semenjak itulah gue mulai beli cerutu yang merek-merek murah dan di atas murah sedikit :p

    Waktu itu gue belum tau gimana caranya ngisep cerutu, jadi asal isep aja. Walhasil tenggorokan sakit dan kepala pusing. Pernah gue dan beberapa orang kawan berencana menghabiskan sebatang cerutu yang gue beli, tapi karena belum pada ngerti cara ngisepnya, akhirnya tiap orang cuma kuat dua kali ngisep… hahahahahahha… Itu cerutu pun gak sampe abis seperempatnya.

    Belakangan (setelah pementasan naskah itu) baru gue tau bahwa cerutu itu gak diisep sampe dalem. Tapi cuma ‘dikumur-kumur’ aja asepnya, lantas di buang lagi. Yang dinikmatin ya ‘rasanya’ itu. Saat itu kesan gue terhadap cerutu adalah gak enak (yang gue isep adalah cerutu dalem negeri yang lambangnya kayak orang keraton gitu lah). Mungkin karena kualitas cerutu yang gue rasain saat itu adalah cerutu menengah ke bawah dan (terutama) karena belum tau cara nikmatinnya. Sampai suatu hari ada temen yang berbaek hati nraktir cerutu mahal sambil ngopi di tempat (yang menurut gue) mahal juga. Saat itu gue dan beberapa kawan di traktir cerutu berharga 100 ribuan. Dan rasanya, fuuuuiiiihhh ringan dan ada rasa yang nendang di mulut. Dari situ juga gue mulai tau lagi bahwa cerutu ada tingkat-tingkatnya, ringan (mild), medium, dan berat. Jenis nya pun beragam, ada yang gemuk pendek, gemuk panjang, kecil panjang dan lain sebagainya (masing-masing punya nama sendiri).

    Ada yang tertarik ?? ;)

     
    • Aves 1:19 am on Thursday, October 11, 2007 Permalink | Reply

      Gua Bagi yah!!!

  • Subhan Toba 10:10 pm on Friday, October 5, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    wysiwyg di forum 

    Hehehehe, dudes sekalian, sekarang ini form posting di forum udah pake WYSIWYG (What You See Is What You Get). Enjoy :D

     
  • Subhan Toba 9:50 pm on Thursday, October 4, 2007 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Totalitas 

    Totalitas tidak pernah berbohong
    dan Totalitas tidak pernah menghasilkan bilangan 0

     
    • akbar 9:50 pm on Thursday, October 4, 2007 Permalink | Reply

      0 itulah aku sejati
      tanpa rupa tanpa warna
      karena aku bisa menjadi apa saja

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel