Updates from November, 2007 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Overdrie 5:02 pm on Friday, November 30, 2007 Permalink | Reply  

    Disini Telah Meninggal… 

    aku ingin keluar sebentar, bung!
    hingga suatu saat
    kita saling memasang nisan
    pada pikiran-pikiran kita,
    pada kata-kata,
    pada khayalan
    pada prasangka
    pada mulut-mulut kita yang kumuh.

    aku ingin pergi sebentar, bung!
    hingga pada tanah ini
    kita gali
    untuk tawa
    untuk kebersamaan kita
    untuk lima jari yang selalu kita adu
    hingga air mata melamurkan
    bau busuk bangkai mereka

     
    • akbar 9:12 am on Wednesday, September 29, 2010 Permalink | Reply

      ba gimana ya cara nya gw bisa ngedit puisinya? sepertinya yang terakhir itu bukan bagian dari puisi.

    • nyenius 10:06 am on Wednesday, September 29, 2010 Permalink | Reply

      Lo login aja bar, tapi sementara ini biar gw yang editin dulu. tuh dah gw apus :)

  • Subhan Toba 3:09 pm on Wednesday, November 14, 2007 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Hubungan antar manusia 

    Tahu hubungan antar manusia-mesin? Berikan perintah, lantas mesin itu akan melaksanakannya. Ingin tugas yang lebih rumit diselesaikan? Berikan perintah yang rumit dan menyeluruh, mendetail bila perlu, maka mesin itu pun akan melaksanakannya. Tapi bagaimana hubungan manusia-dengan-manusia bila keadaannya seperti itu?

    Mungkin bentuk seperti itu biasanya lebih tepat berada dalam pola hubungan atasan-bawahan. Itupun bila bawahannya cakap, ia akan mengimprovisasi perintah yang didapatnya itu sesuai dengan karakternya dan dengan maksud mencapai tujuan dari perintah tersebut. Biar bagaimanapun, masih tidak seperti mesin bukan? Karena improvisasi dari pekerja itu kemungkinan variasi nya akan sangat besar. Bos mungkin hanya memberi perintah “Buatkan meja makan”. Dan pekerja tersebut tanpa mesti disuruh sudah mengerti bahwa untuk membuat sebuah meja ia harus memotong kayu, menyerutnya dan mengatur ukurannya agar tepat. Ketika memotong kayu bisa saja pekerja itu melakukannya sambil berdiri, duduk, sambil merokok dan lain sebagainya.

    Tapi bagaimana jika itu terjadi pada hubungan yang setimpal? Yang berada pada satu garis horizontal yang sama? Apa yang dirasakan oleh individu yang terus-menerus memberikan ‘perintah’ agar partnernya melakukan sesuatu demi tercapainya tujuan bersama? Ia akan mendapatkan ‘rasa berhubungan dengan mesin’. Padahal aksi unik apapun yang dilakukan oleh partnernya (dengan mepertimbangkan keinginan partnernya) dalam rangka mencapai tujuan bersama sangat berharga, dan membuat segalanya jauh lebih hidup, tidak mekanistis.

    Sekali dua kali perilaku minta diperintah, minta diberi petunjuk tentang bagaimana melaksanakan ini-itu, dipelihara, perilaku itu dapat terpupuk dalam di dalam diri seseorang. Menyebabkan jadi kecanduan, hilangnya inovasi penyelesaian masalah, dan tertutupnya keunikan karakter pribadi. Itu sama saja mencabut nyawa hubungan antar manusia perlahan-lahan.

     
    • aves 3:09 pm on Wednesday, November 14, 2007 Permalink | Reply

      Kan ada AI(Artificial intelegent)… ya mbo di install wae…trus sampean ajari ben iso nyambut gawe dewean.

    • toba 3:09 pm on Wednesday, November 14, 2007 Permalink | Reply

      buset, die ngomong perancis deh…

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel