Updates from April, 2010 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Subhan Toba 4:45 am on Friday, April 30, 2010 Permalink | Reply  

    Broadcasting Nyenius.com (again) to the Webspiders 

    Webspiders are welcome now!

    Setelah selama ini gw salah sangka, bahwa proses crawling yang dilakukan search engine telah memakan space hosting gw, via logfile yang menjadi teramat besar. Yang ternyata disebabkan oleh wordpress, yang membuat dump file berukuran besar ketika terjadi error pada aplikasi itu sendiri.

    Dan sekarang, terutama ketika kehidupan cyber gw mulai aktif kembali, oh please come again webspiders, webbot, google, yahoo, Bing, about.org, alexa, anything that good :D

     
  • Subhan Toba 4:45 am on Thursday, April 29, 2010 Permalink | Reply  

    Film Knowing 

    Gw baru nonton film Knowing (2009). Film ini jauh lebih apik menceritakan tentang peristiwa badai matahari ketimbang film sampah berjudul 2012, meskipun tetep aja aneh.

    Selain kepikiran soal bencananya, gw makin sadar betapa komposisi tokoh dalam film begitu berpengaruh terhadap penonton. Semakin banyak kesamaan latar belakang sang tokoh dengan penontonnya, semakin tersentuh/terbawa lah sang penonton ke dalam pesan dari film tersebut.

    Kenapa sampai gw tulis mengenai film tahun lalu itu disini? Karena tokohnya seorang ayah single parent yang memiliki satu anak laki-laki yang masih kecil. Dengan kondisi gw yang juga punya anak kecil laki-laki (tapi alhamdulillah ga single parent), mau ga mau gw tersentuh juga dengan perasaan-perasaan Nicholas Cage dalam Film tersebut.

    Oooh so sad….

     
  • Subhan Toba 4:45 am on Wednesday, April 28, 2010 Permalink | Reply  

    a Hobby 

    A hobby is something you’d love more than your true obligation. You got to be on top of it, to control it.

    Otherwise it’s like other lovely things, it’ll sucks you dry. Mind, body, money.

     
  • Subhan Toba 4:45 am on Tuesday, April 27, 2010 Permalink | Reply  

    Playing God; Akuarium Laut 

    Kemarin gw sempet bercerita kepada seorang teman tentang kompleksitas sistem akuarium laut. Tentang bagaimana kami para hobiis berusaha mati-matian membuat tiruan ekosistem laut dalam kotak kaca. Komentar beliau singkat aja, sambil nyengir dia bilang “hehe ‘playing God yah”.

    Do I feel ofended by hearing that? Fortunately not. Karena menurut gw lumrah kalau manusia (sadar atau tidak) selalu ‘berusaha menjadi Tuhan’, karena Dia sendiri yang mewarisi sifat-sifat ilahiahNya kepada manusia. Tentu dalam porsi yang luar biasa kecil ;)

     
    • Aves 9:52 am on Friday, April 30, 2010 Permalink | Reply

      Haduh haduh… Dijejelin sama filosofi lagi..wahahaha

      kalo matematika Ketuhanan kata Anes :
      Jika perbandingan itu bisa dianggapkan suatu pembagian..(misal 4:1= 4/1)
      Maka jika diasumsikan Tuhan itu adalah varibel [TakBerhingga] dan manusia itu adalah sebuah hal yang bisa di hitung{1,3,5 dsb}

      maka rumus matematika ini adalah benar :
      [Takberhingga]/1 = [Takberhingga]
      Karena Tuhan dibandingkan/dibagi dengan apapun akan tetap dan tidak berkurang sedikitpun.

      Dan Rumus Matematika ini juga benar :
      [Takberhingga]/[TakBerhingga]= [TakTerdefinisi]

      Karena tidak mungkin Tuhan dibandingkan dengan Tuhan, karena hanya ada satu Tuhan :)

      note : ini cuman rumus matematika sekolahan
      Hehehe..

    • nyenius 11:00 am on Friday, April 30, 2010 Permalink | Reply

      I’m not saying that we’re God or Gods.

      Apa manusia bisa mencipta? bisa. Apa manusia bisa marah? bisa. Apa manusia bisa memaafkan? bisa. Tapi semuanya itu; terbatas.

      Itulah tembok besar yang membedakan sifat-sifat ilahiah pada manusia dengan sifat-sifat Ilahiah pada Sumbernya.

      Dan itu bukan filosofi, tapi fakta. Tapi gue edit sedikit tulisannya, dengan memberi tanda kutip di bagian ‘berusaha menjadi Tuhan’.

    • Ves_x 10:40 pm on Monday, May 10, 2010 Permalink | Reply

      Waduh kok jadi salah paham kayanya :D ini sebenernya cuman cerita yang rada nyrempet2 dikit, gara2 abis nongkrong sama Anes…
      Background cerita nya seperti yang lo ceritakan.. bahwa Faktanya kita itu adalah manifestasi dan ada kecendrungan untuk sama dengan sumber:)

      Nah Batasan itu seperti angka berapapun dengan variabel tak terhingga, Berapapun itu; mau satu,sejuta, semilyar, sejuta milyar, kalo itu menjadi pembagi tak berhingga jadinya tak berhingga

      Artinya mau Mencipta kaya apapun manusia, marah apapun manusia, tetap tidak akan mengurangi sifat2 Ilahiah, bahkan Berjuta manusia marah pun tak akan mengurangi Sifat Ilahiah. ini cuman beda pendekatan aja.

      Pertanyaan gua yang belum kejawab sampe sekarang, Kalau ada variable [takTerhingga] dalam database, maka format datanya apa yah?
      Pernah kepikiran gak?
      Hehehe…

  • Subhan Toba 8:14 pm on Monday, April 26, 2010 Permalink | Reply  

    Proses Belajar Menulis Blog yang Singkat dan Padat 

    Proses belajar menulis blog yang singkat dan padat terus berlanjut. Beberapa step yang akan gw tempuh adalah sebagai berikut:

    1. Memposting tulisan setiap hari.
    2. (Jujur waktu nulis point kedua gw ketiduran, dan sekarang dah lupa apa itu poin kedua).
    3. Menulis postingan pake Blackberry. Which hopefuly with the uncomfortability writing long text+thinking via small keypad will force me to write short.

    Sekilo, eh sekian :p

     
  • Subhan Toba 1:53 pm on Sunday, April 25, 2010 Permalink | Reply  

    Belajar Menulis Singkat 

    Saya mengajukan sebuah draft tulisan kepada seorang kawan. Entah betul sudah dibaca atau belum, sedetik kemudian dia bilang ‘it’s fucking too long’.

    Dia menyarankan saya mengiktui jejak blogger yang menulis dengan singkat dan padat. Saya pinta url-nya, dan ya memang singkat dan padat.

    So, I’ll give it a try :)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel