Updates from October, 2011 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Subhan Toba 2:30 am on Wednesday, October 26, 2011 Permalink | Reply  

    Semalam Bersamanya 

    Malam ini
    aku bercengkrama dengannya
    bermuka-muka, mengangkat
    bergelas-gelas anggur manis

    melupakan dunia
    menuruti kehendak sendiri

    aku tertawa
    -dia tertawa lebih keras-
    aku tersenyum
    -dia menyeringai-

    “sobat, sesloki lagi,
    sebelum matahari benar-benar tinggi”

    Sedikit ragu,
    anggukan kecil jawabku
    kusulang sloki baru
    anggur itu pun menggeliat
    memuncratkan kemanisan tak berperi

    ruangan penuh desah
    meja berantakan -basah-

    dia mundur ke sudut ruang
    menatap pergulatan kami
    di atas meja bundar
    di tengah ruang yang lebar.
    Dan tertawa sekeras-kerasnya

    Dunia pun gelap

    samar-samar dia menyodorkan
    kartu nama
    “Tuan Dia Yang Terkutuk”

     
  • Subhan Toba 4:55 am on Wednesday, October 19, 2011 Permalink | Reply  

    Ternyata Kamu! 

    Aku lihat wajahmu
    dan tersenyum,
    Ya! Aku kenal kamu!
    Ya! Itu yang pernah kurindu!

    senyum yang melaju ringan
    bagai sampan melayang ringan
    ke hati
    Ya! Aku tahu kamu!

    pada rautmu
    ada serpihan diriku yang tertinggal
    ada persatuan yang (ternyata) tak lepas

    Seperti ada tali tersambung kembali
    ada kedamaian
    bahwa disana, ada bagian diriku

     
    • shulhu 9:44 pm on Monday, October 31, 2011 Permalink | Reply

      Happy birthday honey.. Wish all the best for your work, family n everything :)

  • Subhan Toba 4:16 am on Wednesday, October 19, 2011 Permalink | Reply  

    Dan Mereka Meracau 

    Iblis menyingkapkan roknya
    sebersit saja
    dan manusia bergegas
    menjejalkan jiwanya jauh ke dalam

    Berlarian di taman hasrat
    menggoyangkan pohon terlarang
    mengejar khuldi-khuldi berjatuhan

    Ya Tuhan,
    ucapnya
    Ya Tuhan,
    ucapnya

    Dan ya Tuhan
    mulutnya penuh darah
    kerat daging mencuat dari bibir
    tak ada khuldi,
    mereka memakan dirinya sendiri

    Iblis tertawa
    menyingkapkan roknya, lagi dan lagi
    lapisan dibalik lapisan
    aurat tergelap dunia makin menggoda

    “walau hanya mata yang tersisa, aku harus kesana!”

    Dan mereka meracau

     

    ————————
    Monday, May 16, 2011

     
  • Subhan Toba 4:11 am on Monday, October 10, 2011 Permalink | Reply  

    Para Babi 

    Kalau peraturan dibuat oleh babi
    akan cocok untuk babi

    Kalau ketertiban ditegakkan oleh babi
    akan banyak babi gemuk

    Kalau kebudayaan mengikuti babi
    calon babi akan diterima sekali

    Kalau contoh untuk masyarakat adalah babi
    maka yang tabu adalah yang tidak seperti babi

    semua itu berkelebat cepat
    dalam pikiran pemuda
    memandangi orang yang mengajarkan cara babi
    dan berkeras dia bukan babi

    nilai-nilai babi menjadi kebenaran
    hanya karena banyak penganutnya
    para ular yang takut diinjak babi-babi raksasa

    …pemuda itu beringsut jauh
    memilih kata gagal dalam definisi babi…

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel