Swollen Foot 

Di atas plafon kamar saya, hidup dengan sentosa sekawanan lebah madu. Yang setiap pagi senantiasa muncul ke dalam kamar melalui celah lampu downlight kamar. Entah karena terganggu oleh terik lampu TL, entah mereka tersesat oleh berkas cahayanya.

Dan di pagi itu, hari Minggu, ketika saya berjalan ke dapur. Rasa nyeri mendadak menjalar dari ujung telapak kaki kanan saya. Seekor lebah yang tergeletak di lantai dapur, tanpa sengaja terinjak oleh saya.

Sehari, dua hari, kaki yang terantup lebah tersebut semakin membengkak dan terasa nyeri saat berjalan. Ketika saya duduk, mengelus-elus kaki yang bengkak, terasa bagian itu lebih hangat dari yang lain. Saya sentuh dengan telapak dan bahu tangan. Timbul rasa sayang yang spesifik terhadap bagian tubuh yang sehari-hari hanya digunakan, tanpa pernah terlalu peduli dengannya.

Saya bertanya sendu; “Are your sick, my dear foot? Are you tired?