Updates from April, 2016 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Subhan Toba 4:21 am on Thursday, April 21, 2016 Permalink | Reply  

    Kesulitan dan Solusi 

    Tahun 2015 adalah tahun yang cukup sulit bagi bisnis saya, tidak kepalang minusnya menyentuh tiga digit. Parahnya itu baru disadari setelah berjalan selama beberapa bulan. 

    Tiga sampai empat bulan di penghujung tahun saya berjuang membalikkan keadaan, minimal menstabilkan kapal yang sudah parah olengnya itu. Mencari pasokan baru, program pemasaran baru dan lain sebagainya. 

    Di saat itu juga, pemasukan tambahan saya sebagai penanggung jawab pemasaran distributor casing handphone terputus. Karena perusahaan itu pun terkena pemutusan kontrak dari principal.  Perusahaan saya lainnya yang bergerak di bidang IT pun tidak memiliki laba sampai penghujung tahun. 

    Tuhan menolong saya dengan banyak hal pada tahun itu. Salah satunya melalui sikap yang mungkin menurut orang lain negatif; cuek dan keras kepala. Saya memang orang yang berpikiran global, bukan detail. Kekeraskepalaan saya membuat saya tidak terjerembab memikirkan kondisi yang sulit tersebut, yang saya pikirkan hanya bagaimana solusinya. Melihat sebentar ke belakang dan maju terus ke depan. 

    Beberapa solusi dicoba dan gagal. Beberapa rekan bisnis baru dijalin; dan gagal. Sampai akhirnya saya melirik satu potensi solusi yang dengan sengaja saya hindari selama ini, satu rekan yang selalu saya tutup aksesnya. Yang kebanyakan sebabnya adalah karena ego dan gengsi saya pribadi. 

    Dari sekian cara yang telah saya coba, terlihat cara itu yang belum saya lakukan.  Akhirnya dengan segala kerendahan hati, mulai saya mulai coba buka hubungan bisnis dengan rekanan tersebut. Saya terobos ketakutan, saya buka semua kelebihan dan kekurangan dalam bisnis saya. Dan hasilnya baik, melenceng dari semua ketakutan-ketakutan saya selama ini. 

    Sejauh ini solusi itu berjalan dengan baik. Kapal yang tadinya oleng mulai kembali back on track dengan stabil; bahkan dengan tambahan perangkat-perangkat baru.

    Yang saya dapatkan dari situasi bisnis tahun lalu adalah manajerial dan keuangan perlu untuk selalu dijaga. Dan ketika situasi tidak diinginkan terjadi, yang pertama harus dilakukan adalah ketahui posisi kita ada dimana (dalam segala hal), kenali dan terima segala kesalahan kita yg andil dalam membangun situasi tersebut. Setelah itu lihat ke depan dan bertindak. 

    Jangan menyalahkan persaingan, karena dia ada untuk memperkuat kita. Dan pembuktian ulang bahwa ketakutan bukan untuk dituruti, dia hanya sekedar rambu supaya kita tahu bagaimana bersikap. 

     
  • Subhan Toba 5:12 pm on Sunday, April 17, 2016 Permalink | Reply  

    Hujan Sore Ini 

    Hujan yang turun sore ini terasa sopan. Perlahan dikirimnya mendung satu jam sebelum kehadirannya. Kemudian tetesan air merintik membasahi daunan dan rumah-rumah. Membawa aroma tanah basah yang romantis. 

    Langit abu-abu muda meruntuhkan semua urusan-urusan. Melambatkan detak jantung yang terus dipacu hasrat. Memaksa danau dalam jiwa berhenti meriak. 

    Dunia ini penuh lapisan yang menutupi kesejatian; apa-apa yang ada dibalik hijab pandangan mata. Contohnya langit kelabu ini, aku tahu persis dibalik sana matahari masih meraja. Bahkan pada kegelapan malam pun matahari sejatinya tak pernah memadamkan apinya. 

    Kita hanya berputar, diputar, diblender dalam sajian pemandangan yang kasat mata. Sampai hilang kontrol atas reflek pengolahan realitas dan data, lantas bertindak dengan bodohnya. Dengan bodohnya. 

    Tanah, besi, kayu, air, api, seharusnya menjadi unsur pembentuk yang membantu. Bukan tujuan. Tetapi kekuatan yang menyentuh fisik kita selalu membutakan kota dalam takut dan takjub. 

    Padahal kekuatan tak kasat mata, yang mendesak ke dalam batin jiwa jauh lebih sering mengintimidasi dan membahagiakan kita. 

    Langit mendung berwarna abu-abu muda, karena diberi cahaya matahari dibaliknya. Begitu juga raga yang sehat dan bahagia, didorong batin yang kaya dan sadar. 

    Kesejatian, Tuhan, bukakanlah pintu kesejatian padaku. 

    Batinku, maaf sudah lama kita tidak bicara. 

     
  • Subhan Toba 4:03 pm on Saturday, April 16, 2016 Permalink | Reply  

    Google Inbox 

    Google Inbox aplikasi kotak email dari google yang membantu pengguna menjaga mailboxnya selalu kosong. Yup, kosong. Sekarang ini dengan semakin maraknya pemasaran via email dan notifikasi berbagai hal via email, maka inbox pemilik email menjadi sesak dengan email-email yang sebagian besar tidak penting.
    Maka dari itu aplikasi semacam ini muncul untuk memudahkan pengguna ‘membuang’ email yang tidak penting atau sudah tidak memerlukan perhatian kita lagi. Dengan inbox yang bersih membuat kita kembali awas dengan email-email baru yang lebih penting mendaoat perhatian kita.

    Aplikasi semacam ini yang saya tahu diawali aplikasi iPhone keluaran Dropbox, yang pada peluncuran perdananya sampai ratusan ribu pengguna harus mengantri sebelum bisa menggunakan aplikasi tersebut. Namun disayangkan setelah setahun aplikasi tersebut ditutup. Mungkin karena ada tujuan perusahaan induk tidak tercapai dengan hadirnya aplikasi tersebut.

     
  • Subhan Toba 3:42 am on Friday, April 15, 2016 Permalink | Reply  

    Hijrah dari Facebook, Nulis Lagi di Blog 

    Facebook belakang ini semakin runyam centang perentang. Bagi saya sudah tidak nyaman lagi untuk menuliskan isi pikiran. Karena fenomenanya kita nulis ke arah mana, eh tau-tau ada yang ngerasa kesindir dll. 

    Jadi facebook memang sudah tembok jalanan yang tidak bisa sembarang kita nulis ini-itu, kebanyakan orang isengnya, apalagi kalau friendlist nya banyak. 

    Yah lebih baik kembali kesini, ke ember sendiri. Lebih bebas mau numpahin air atau martabak. :D

     
  • Subhan Toba 3:36 am on Friday, April 15, 2016 Permalink | Reply
    Tags: hobby, motorcycle, royal enfield   

    And I Shall Name You Bejo 

    Setelah penantian dari Agustus 2015, akhirnya datang juga motor Royal Enfield Desert Storm 500cc yang gue idam-idamkan. Dan dia gue kasih nama; Bejo. 

    Setelah melalui berbagai issue, mulai dari harga yang berubah, launching yang terus diundur dan lain sebagainya. Syukurnya harga ternyata hanya nambah 1 juta dari price list yang pertama keluar tahun lalu. 

    Proses mendapatkan si Bejo ini cukup unik dan berbeda dengan ketika gue membeli Kawasaki Estrella. Waktu tunggu, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama masa penantian itu merubah cara pandang dan sikap gue terhadap aktifitas motoran selama dua tahun ke belakang. 

    Awalnya menggebu, sabar, sampai lupa, dan tau-tau udah waktunya menjemput motor ini dari dealer.

      
     Sekilas soal Royal Enfield Desert Storm 500cc ini bila dibandingkan Estrella langsung terlihat pada build quality-nya. Ban bawaan estrella itu Bridgestone Accolade (seri retro nya bridgestone). Sedanga Royal Enfield menggunakan ban MRF yang juga dipakai Bajaj Pulsar, shock belakangnya pun sama dengan yang dipakai bajaj. Awalnya riding position masih agak kagok, masih berasa lebih nyaman Estrella. Tapi lama kelamaan mulai terbiasa, malah ternyata guncangan jalan lebih tidak terasa pakai Royal Enfield. 
    Sebelum melalui masa reyen, getaran pada setang sangat terasa, namun begitu melewati 500km mulai terasa halus.

    Saat ini (600km) gue baru coba akselerasi sampai 130+kmph. Untuk mencapai kecepatan itu ngga terlalu sulit buat motor ini. Power bawah terasa ngisi di semua gigi, tapi di gigi atas agak kosong. Wajar sih, motor ini 500cc, 27,5hp dan torsi 41nm. 

    Overall, I’m happy with this bike. Gue pakai buat motor harian dan berharap bisa touring jauh yang seru!

      
     

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel